RUMIT
hai, karina! satu fakta baru yang kutahu, ada yang lebih sakit daripada mendapati cintaku tak berbalas. hari ini, aku baru menyadari, melihatmu bersama lainnya ternyata pedihnya melebihi apapun. lagu yang kamu dengar, itu aku. aku menyiapkan hati sedemikian rupa, tapi ternyata aku tidak pernah siap.
aku tau, aku hanya pengecut yang kalah bahkan sebelum melakukan apa-apa. kata ningning, aku harus memperjuangkan cinta yang kupunya. jadi, rasa suka dan cinta ini apa? kenapa mesti diperjuangkan? apa “dia” semacam penderitaan yang kupilih sendiri? lalu siapa yang harus kukalahkan, pertahananmu atau ketakutanku?
aku pernah mencintaimu tanpa keserakahan. melihatmu selama nyaris tiga tahun, rasanya cukup bagiku. ketika kita berpapasan, aku hanya sanggup menyapa, “hai”, “rambutmu bagus”, dan menyepakati setiap ucapanmu. dulu, aku berbahagia hanya dengan melihatmu yang semakin cantik tiap harinya, mendengar tawa renyahmu bersama teman-teman serta memastikan kamu menghabiskan makan siangmu. andaikata, aku tidak mengirim pesan di hari itu. aku tidak menghancurkan diriku dan berkutat dengan kata 'perjuangan' yang bagiku saja tampak menyeramkan.
kadangkala, aku ingin melangkah maju dan bergabung dengannya untuk memperjuangkan apa yang disebut cinta. tapi aku hanya enggan membuat hari-harimu kurang menyenangkan karena memikirkan perasaanku sendiri. berjuang sama saja menjanjikan kehidupan yang baik, sayangnya aku tidak pernah percaya diri. bagaimana kalo kamu justru lebih menderita setelah bersamaku? dan aku merusak apa yang disebut cinta hanya karena ingin memilikimu, menginginkan bersamamu.
haha, ayo sebut aku rumit, bodoh dan apa saja yang kamu mau. telingaku terbuka untuk semua hujatan dan ketidaksetujuan. tidak ada lagi yang bisa menyakitiku, selain daripada sakit yang kupilih sendiri: menginginkanmu.
andai saja, aku melihat semua ini sesederhana dia menerjemahkan perasaan yang dia punya. dia menyukaimu, dia menginginkanmu, dia membuatmu melihat kesungguhannya, dia mendapatkanmu, dia berbahagia dan akan membahagiakanmu, titik habis. ah, aku menghela nafasku merutuki ini semua. alih-alih sesederhana itu, aku justru menulis ini hanya untuk membuatku menjadi 'pecundang' yang sedikit lebih baik karena punya alasan. dan ini membuatku semakin tidak pantas bersama kamu. tidak seharusnya, kamu bersama orang yang suka menyusahkan dirinya sendiri. bagaimana kelak akan membuatmu bahagia, kan?
ngomong-ngomong, selamat ya, karina! kalian pasti menjadi pasangan populer dan linimasa akan menguras energiku :D cukup menyenangkan melihatmu menikmati lagu yang kutulis. ketika menulisnya, kamu boleh membayangkan orang itu aku atau siapapun yang kamu mau. aku tidak keberatan, tidak lagi keberatan. kamu berhak mendapat kebahagiaan di dunia ini. dan kamu tetap cantik, meskipun di pelukan orang lain. dan aku, mencintaimu..
yang harus membeli tissue, wina