Catatan Harian Wina
aku tidak terlalu bisa menulis, tapi aku ingin terus menulis apapun tentang kamu. aku hanya ingin pada suatu hari diingatkan, betapa hari-hariku pernah penuh karenamu.
aku terlalu sering berpikir tentang kamu, termasuk pada pemikiran pernahkah kamu memikirkanku? di titik ini aku sampai berpikir, gimana ya cara memasukkanku dalam rutinitas berpikirmu? ya kalo terlalu muluk, selintas saja paling tidak? kalo masih muluk ya memang gitu kenyataannya ya :D
jangan dikira aku tidak berusaha supaya lupa, aku sering menyibukkan diriku dengan berbagai rupa. meskipun aku tidak terobsesi dengan produktivitas, tapi aku banyak menyelesaikan buku supaya pikiranku sejenak saja bisa terbebas darimu. aku sedikit geli menulis ini, selain daripada memang semua perasaan yang kurasakan sangat menggelikan untuk dibicarakan dengan siapapun. ya bagaimana tidak menggelikan, segala tentangmu hanya ada dalam duniaku. dan ini mungkin sulit dipahami bagi beberapa orang.
kemarin, aku cukup berbahagia mendapat pujian darimu. katamu, aku lucu dan seperti bayi? kamu tidak tau ya, ini salah satu alasan aku tidak mencintai diriku sendiri? aku ingin tumbuh keren seperti usiaku, bukan terjebak dengan baby face seperti ini.
aku tidak ingin menjadi anak-anak yang meskipun jika andaikata kita bersama, aku bisa menjadi anak yang patuh untukmu. jika saat itu tiba, aku bisa menjadi apapun yang kamu mau. tapi sayangnya, kita tidak sedang hidup dalam perandaian. jadi semestinya, aku meniadakan paragraf ini, ya.
—
orang yang menyukaimu sekaligus memujimu seksi, mengirimiku pesan. dia memintaku menulis lagu cinta untukmu yang nantinya akan dinyanyikannya. meski ini ide gila, tapi cukup menarik. betapa aku harus menghabiskan tissue untuk menulis apa yang kurasakan tentang kamu.
jika kamu mendengar lagunya nanti, aku tidak tau siapa yang akan kamu ingat. barangkali tidak ada kemungkinan kamu mengetahui dan mengingatku, sebagaimana lagu itu dinyanyikan untukmu oleh orang keren yang mencintaimu dan menginginkanmu dengan lantang. dan aku masih dengan senyap, meskipun segala tentang kamu tidak juga pernah terlelap.
yang mencintaimu belum ada habisnya, wina.